Karyawan Panik, Api Berkobar di RSU ‘Aisyiyah Diponegoro Ponorogo

__________________________________________________________________________________________________________________________________________

Kebakaran RSUAD Ponorogo – “Ayo…!!! Cepat, padamkan…!!! Jangan panik…!!!” teriak salah satu  petugas Dinas Pemadam Kebakaran (PMK)  kabupatem Ponorogo siang itu. Api terlihat  berkobar diutara masjid Ibnu Sina Rumah  Sakit Umum ‘Aisyiyah Diponegoro (RSUAD)  Ponorogo siang tadi.

 Api tersebut berasal dari ban bekas yang terbakar. Tidak hanya petugas PMK yang  panik, terlihat sejumlah karyawan juga ikut panik. Beberapa karyawan RSUAD mencoba  memadamkan api yang berkobar tersebut. Mereka mencoba memadamkan  menggunakan karung goni basah. Tidak hanya itu, alat pemadam kebakaran pun  disemprotkan untuk menjinakan si jago merah tersebut.

 ner pelatih kebakaran pagi tadi. Ya, bukan kebakaran serius, itu hanya simulasi kebakaran yang dilakukan oleh seluruh kepala ruang dan petugas medis RSUAD Ponorogo.

Trainer dari PMK Ponorogo, sebelum melakukan latihan, terlebih dahulu menjelaskan cara – cara memadamkan api. Mulai cara memadamkan kebakaran skala besar misalnya kebakaran rumah hingga skala kecil misalnya kebakaran kompor gas. “ Intinya kita jangan panik,” imbuh Joni.

Dia juga menjelaskan cara mengoprasikan alat pemadam kebakaran. “ Ingat 4 D, Dipegang, Dicabut, Ditekan, Digoyang,” ujarnya diikuti dengan gerakan tubuh. “Digoyang biar apa pak?” Tanya salah satu karyawati. “Yo ben metu to, wong gak digoyang ae iso metu,” celetuk karyawan yang lain. (Ya biar keluar to, lha tidak digoyang saja bisa keluar)

Hal tersebut membuat gelak tawa para karyawan yang hadir. Petugas PMK melanjutkan, Dipegang bagian ujung pemadam, Dicabut alat penguncinya, ditekan tuas semprotnya, digoyang selang semprotanya mengikuti arah api. Pelatihan pagi tadi berlangsung seru. Semua karyawan mencoba untuk mematikan api yang disiapkan petugas.

Ditempat terpisah, Kepala Bagian Rumah Tangga RSUAD, Ali Mustofa mengatakan, simulasi ini sengaja dilakukan untuk menambah wawasan kepada para karyawan. “Kita berikan pelatihan seperti ini untuk memberika skil kepada para karyawan,” ujarnya. Dia menambahkan, skil menjinakan api ini diharapkan berguna disaat terjadi keadaan darurat di tempat kerja maupun dirumah.

Latihan yang digelar pagi tadi ditutup dengan sesi tanya jawab dan evaluasi dari latihan tersebut. “Sekali lagi, jangan panik, jika tidak memungkinkan, segera telpun pemadam kebakaran,” pungkas Joni mengakhiri sesi latihan penjinakan api pagi tadi. (and)

Iklan

About RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO

Mudah Nyaman Islami

Posted on 17 September 2013, in PELATIHAN and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Komentar Dinonaktifkan pada Karyawan Panik, Api Berkobar di RSU ‘Aisyiyah Diponegoro Ponorogo.

Komentar ditutup.